peran NU di era prakemerdekaan 1938

Peran NU dalam Islamisasi di era pra kemerdekaan 1938


Article by : Almira Qilen





NU atau yang dikenal dengan Islam Nusantara adalah sebuah  organisasi yang berdiri pada tahun 1926 secara  struktural, tetapi NU secara kultur itu telah dimulai sejak masuknya islam di Indonesia diteruskan pada era walisongo dan sampai saat ini. Pada pra  kemerdekaan, sebut saja awal dakwah islam ke nusantara, NU dalam wujud kulturnya mempunyai peran yang  signifikan  dalam proses islamisasi nusantara. Proses dakwah islam yang dilaksanakan oleh ulama’ NU bukan dakwah yang frontal tapi dakwah bilhikmah, dakwah yang melebur pada unsur-unsur nilai norma masyarkat, dakwah yang menyelami budaya masyarakat. NU tak menggunakan dalil keharaman dalam proses dakwahnya, melainkan NU mempadukan antara agama dan budaya. Sehingga karakteristik NU disebut dengan Islam Nusantara. NU memandang bahwa kebudayaan tak lepas dari agama, jika agama berasal dari tuhan maka budaya adalah hasil krasa manusia. Namun, dalam prakteknya agama tak akan terlepas dengan budaya. Hal inilah yang mendasari NU untuk mnsyiarkan Islan Nusantara sesuai dengan budaya lokalnya.
Dengan metode dakwah ini Ulama’ nusantara mampu memikat masyarakat untuk megajak mereka menuju jalan islam dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Paham ajaran islam yang diajarkan tentu paham ahlulsunnah waljama’ah, dan dengan metode-metode dakwah yang menyatu dengan kebudayaan. Maka islam diterima baik di nusantara., tanpa harus mengubah budaya. Disetiap daerah nusantara memiliki ciri khas keislaman sendiri, ada islam jawa, ada islam sunda, bugis dll. Yang dimana islam tersebut menyatu dengan budaya lokal.  Dalam proses menyebarkan Islam di nusantara bukanlah hal yang mudah, banyak tantangan yang dihadapi diantaranya adalah masyarakat jawa yang sudah neniliki peradaban yang maju, maka memerlukan metode-metode yang kompleks dan masih sering terjadinya konflik antar kerajaan dan perebutan kekuasaan kerajaan-kerajaan nusantara.



Komentar